Eddy Berutu, Sukses Butuh Proses

Undefined

Perjalanan karier Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha Eddy Berutu ternyata cukup berliku. Pria berusia 51 tahun ini mengakui pentingnya proses bagi seseorang untuk menjadi sukses dan besar dalam karier dan kehidupan pribadi. “Seseorang bisa menjadi matang akibat dari proses panjang. Seperti halnya buah, tidak akan mungkin matang dalam sehari,” kata pria yang akrab dipanggil Eddy ini. Pria Batak ini lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Setelah menempuh pendidikan menengahnya di SMP St Thomas, Eddy memutuskan untuk meninggalkan kota asalnya untuk melanjutkan pendidikannya ke SMA 3 Bandung. Sikap selalu mandiri, bekerja keras, dan berani menghadapi tantangan yang telah tertanam sejak kecil menjadi pendorong baginya untuk bertahan hidup ketika jauh dari orang tua. Di Kota Kembang, Eddy yang masih menempuh pendidikan ini telah bisa hidup mandiri. Setamat SMA, Eddy melanjutkan pendidikannya juga di kota yang sama.

Tidak tanggung-tanggung, Eddy kemudian menempuh pendidikan di dua tempat berbeda pada saat bersamaan, yakni program diploma komputer di Politeknik Institut Teknologi Bandung dan program sarjana teknik sipil di Universitas Parahyangan. Bukan hanya kuliah di dua tempat berbeda, ketika itu Eddy juga bekerja mandiri di dua tempat sekaligus, yakni sebagai media planner di perusahaan periklanan dan di sebuah radio lokal di Bandung. “Saya sekolah dan bekerja mandiri di bidang periklanan dan radio hingga dapat membiayai pendidikan strata dan diploma saya di dua universitas sekaligus,” katanya.

Selain itu, Eddy masih sempat aktif di klub terjun payung dan sempat menjadi atlet pra- PON mewakili Jawa Barat. Meski sangat sibuk antara kuliah dan bekerja di dua tempat, Eddy berhasil menyelesaikan kedua kuliahnya. Dia menjadi insinyur dari Universitas Parahyangan pada 1988, sedangkan diplomanya dia selesaikan tahun 1986. Awal Karier Selepas kuliah, mencari pekerjaan bukanlah sebuah masalah bagi Eddy.

Berbekal pendidikan dan pengalaman di periklanan, Eddy langsung mendapatkan tawaran untuk bekerja di Matari Advertising yang merupakan salah satu perusahaan periklanan terbesar di Indonesia. Bekerja di perusahaan periklanan inilah yang kemudian membawa Eddy berkenalan dengan dunia keuangan dan perbankan. Setelah lima tahun di Matari, Eddy memutuskan pindah haluan ke dunia perbankan ketika ada tawaran dari Bank Permata yang dulu masih bernama Bank Bali.

Masuk Bank Bali pada 1996, Eddy yang menguasai dunia periklanan ini awalnya ditugaskan mengepalai komunikasi produk (head of product communications). Selama lima tahun di bank tersebut, kariernya terus menanjak hingga terakhir menjabat sebagai general manager. Pilihan Eddy selanjutnya ke dunia asuransi justru datang ketika dia masih di Bank Bali. Ketika itu, perusahaan asuransi terkemuka asal Inggris, Prudential, berniat menggandeng Bank Bali untuk menggarap pasar Indonesia.

“Sebetulnya karier itu berjalan mengalir seperti air. Kami membentuk Prudential Bali. Waktu itu saya dipercaya oleh pimpinan untuk menduduki posisi direksinya,” katanya. Selama di Prudential, ia menjabat sebagai direktur selama dua periode atau selama lima tahun hingga Prudential resmi lepas dari Bank Bali. Terjun ke bisnis asuransi ternyata membuat Eddy betah dan sempat menolak ketika ditawari kembali ke dunia perbankan. Apalagi, Eddy yang tergolong aktif di organisasi asuransi ini kemudian mendapat tawaran untuk memimpin PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha.

“Saya seperti sudah terlena dengan dunia asuransi ini. Asyik dan menyenangkan,” katanya. Menurut dia, asuransi menyediakan satu proteksi yang dapat menyebabkan masyarakat dapat tidur tenang tanpa perlu khawatir dan risau karena sudah terproteksi untuk jangka waktu 10-15 tahun mendatang. Berubah Cepat Setelah malang melintang di dunia asuransi, Eddy menilai dunia perasuransian di Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat cepat, baik terhadap lingkungan maupun pribadi.

Kesadaran masyarakat yang dulunya sangat minim terhadap asuransi saat ini sudah jauh lebih baik. “Asuransi di Indonesia bertransformasi. Dia berpindah. Di antara negara maju lainnya, keadaan ekonomi kita juga lebih baik. Kita lebih cepat melakukan hal-hal yang baru. Masyarakat kita sekarang lebih adaptif sehingga dapat cepat bertransformasi,” katanya. Hal ini ditambah lagi dengan pola pikir masyarakat terhadap asuransi yang sudah berbeda jauh. “Mindset masyarakat terhadap asuransi sudah bertransformasi dari mindset menabung menjadi investor,” kata eksekutif yang masih ingin berkiprah di dunia asuransi ini.

Di luar dunia pekerjaan, kegiatan Eddy lebih banyak dihabiskan bersama keluarganya. Sebisa mungkin dia berusaha menghabiskan waktunya bersama ketiga anaknya di akhir pekan. “Setiap hari saya pastikan bisa melakukan sarapan pagi bersama seluruh keluarga,” katanya. Selain itu, Eddy mengaku sesekali masih sempat menekuni hobi terjun payungnya sebagai olah raga. Namun, seiring bertambahnya usia, sekarang olah raganya mulai dialihkan menjadi golf dan fitness. (*/Koran Jakarta)

OUR CLIENTS

Get in touch

If you are interested to have a conversation, or you have a question about Avatar Global Consult, Please contact us via email or phone. We look forward to hear from you. Give us one day, we'll change the way you work--forever.

Avatar Global Consult.
Gedung GP Plaza 5th floor, Suite 26A
Jl. Gelora II No. 1 Gatot Subroto
Jakarta 10270 INDONESIA
Phone: +6221 22 530 981
Email:Info@avatarglobalconsult.com

Follow us on:

Recent comments

No comments available.
 
Back to Top